Monday, October 19, 2009

317.615 Hektar Hutan Lindung Lampung Dilirik Perdagangan Karbon

BANDAR LAMPUNG, SELASA (28/10/08) - Hutan lindung di wilayah Lampung seluas 317.615 hektar saat ini dilirik negara-negara maju untuk diikutkan dalam perdagangan karbon. Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengkaji prosedur dan kontrak perdagangan karbon yang ditawarkan.

Asisten II Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Djunaedi Jaya, Selasa (28/10) pada acara ekspose kerjasama perdagangan karbon internasional di Gedung Gubernur Lampung mengatakan, kerjasama perdagangan karbon tersebut akan menguntungkan Lampung. Selama ini, diketahui hutan lindung di Lampung sudah banyak yang rusak.


"Kerusakan terjadi karena faktor ekonomi, masyarakat masuk hutan dan merambah. Selain itu hutan rusak juga akibat penebangan liar. Sementara kita tidak memiliki dana cukup untuk menjaga dan memelihara hutan," ujar Djunaedi Jaya.

Berdasarkan ekspose, satu ton karbon dihargai sekitar 1013 dollar Amerika Serikat (AS). Harga tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 100 dollar AS per ton pada 2012.

Menurut Djunaedi, tawaran tersebut cukup menarik. Apabila Lampung dengan luasan hutan lindung 317.615 hektar yang terletak di lima kabupaten mampu menjaga kelestarian hutan, Lampung bisa mendapat kompensasi sekitar 80 persen dari perdagangan karbon.

"Pemprov Lampung akan mempelajari rancangan kerjasama perdagangan karbon tersebut. Kami akan segera memaparkan tawaran ini kepada bapak gubernur untuk ditindaklanjuti," ujar Djunaedi.

Erlyn Rommel, mitra lokal Carbon Strategic Global Ltd (CSG) atai IBN Group yang berkedudukan di Australia pada ekspose tersebut mengatakan, dana kompensasi tersebut harus bisa dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian hutan. Sesuai mekanisme perdagangan, CSG akan melihat potensi hutan lindung Lampung dan kemampuan produksi karbon.

Kemampuan produksi akan dikalikan dengan harga per ton karbon. Hasilnya akan dibagi antara Pemprov Lampung, kabupaten pemilik hutan, serta CSG. Apabila dalam masa kontrak terjadi kerusakan hutan yang cukup parah, kontrak akan langsung dihentikan.

Untuk bisa menjaga hutan, CSG akan memfasilitasi Pemprov Lampung dalam hal penjagaan dan pengawasan hutan. CSG akan merekrut polisi hutan dan membayar dengan bayaran tinggi untuk membantu menjaga hutan dari pen ebangan liar atau aksi perusakan. CSG juga akan memberikan pendidikan mengenai kehutanan kepada masyarakat sekitar hutan lindung.

Menurut Erlyn, perdagangan karbon tersebut menarik. Perdagangan karbon merupakan kompensasi dari negara-negara industri maju untuk membayar kerusakan lingkungan yang sudah mereka buat. Asap karbon dioksida yang dihasilkan pabrik-pabrik di Eropa dan AS sudah merusak lapisan ozon.

Salah satu cara untuk memperbaiki kerusakan ozon adalah dengan mempertahankan produksi karbon dari hutan-hutan di Indonesia, Asia Pasific, Amerika Selatan, ataupun Papua New Guinea. Kompensasi diambilkan dari pembayaran negara-negara maju tersebut atas kerusakan lingkungan yang dibuat.

CSG berupaya memfasilitasi daerah-daerah di Indonesia yang memiliki hutan untuk mendapatkan kompensasi atas karbon yang dihasilkan, sekaligus untuk menjaga dan memelihara hutan lindung.(HLN)
Baca selengkapnya..

Monumen Hidup Sisa Hutan Tropis

(6/10/08) - BERJARAK sekitar satu kilometer dari pinggir Jalan Lintas Kalimantan di Kaltim pada Poros Utara yang membelah Taman Nasional Kutai (TNK) terdapat sebuah kawasan cukup menakjubkan. Ya, karena di sana terdapat sebuah pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) yang diperkirakan berusia 1.000 tahun.

Bayangan semula, pohon raksasa itu akan menjulang tinggi mencapai 50-60 meter. Ukurannya batangnya mencapai tiga atau empat kali ukuran batang pohon biasa. Namun, ternyata pohon itu hanya setinggi 25 meter. Batangnya terpotong terkena sambaran petir pada 1920-an.

Kawasan itu kini dikembangkan oleh Balai Taman Nasional Kutai sebagai kawasan obyek wisata alam. Kayu ulin tidak hanya kuat namun eksotis. Di Pulau Jawa, kayu yang dikenal dengan nama kayu besi itu biasa digunakan untuk bantalan rel kereta api.

Keberadaan pohon ulin raksasa itu sepertinya menjadi "monumen hidup" tentang nasib hutan tropis di Kalimantan Timur, khususnya kelestarian kayu besi tersebut di Indonesia. Kian langkanya kayu ulin di Kaltim khususnya, dan wilayah Kalimantan umumnya terlihat dari keberadaan di pasaran, terutama pada kios bangunan. Harga bahan bangunan untuk jenis kayu ulin di gudang kayu log nasional Kaltim sendiri sudah melangit antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per meter kubik. Hal itu menandakan bahwa keberadaan kayu ulin kian langka.

Dari luas kawasan hutan/lahan Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 17 juta hektare, sekitar tiga juta hektare mengalami kerusakan parah. Data Dephut yang menjadi referensi Pemprov Kaltim menyebutkan laju kerusakan hutan di Kaltim sekitar 250 ribu Ha per tahun.

Namun, data LMS yang merujuk kepada foto satelit dari lembaga peneliti asing menyebutkan angka lebih besar. Bahkan, ada LSM menunding telah terjadi "kebohongan publik" dari pihak Dephut dalam mengekspose data kerusakan hutan tropis di Kaltim dan Indonesia. Misalnya, Dephut menyebutkan laju kerusakan hutan di Indonesia sekitar dua juta hekare per tahun, sementara data Walhi (wahana Lingkungan Hidup Indonesia) merilis angka 3,5 juta hektare per tahun.

Kian langka

Terlepas dari silang pendapat itu, kenyataannya yang terjadi kayu ulin serta berbagai jenis kayu tropis ekonomis tinggi seperti kapur dan tengkawang kini kian langka dan mahal harganya.

"Salah satu faktor penyebab kerusakan hutan selain oleh industri kehutanan baik resmi maupun gelap (illegal logging) adalah kebakaran hutan, lagi-lagi faktor manusia yang dominan," kata Iman Suramanggala, pemerhati bidang kehutanan.
Pendiri LSM bidang penelitian dan pengkajian kehutanan "Pioner" itu menjelaskan bahwa perlu langkah nyata untuk menyelamatkan hutan tropis dengan melakukan pengawasan ketat terhadap tebangan liar serta rehabilitasi dan reboisasi.

"Upaya penyelamatan hutan melalui reboisasi dan rehabilitasi belum seimbang dengan kerusakan hutan. Laju kerusakan hutan mencapai jutaan hektare per tahun namun upaya pemulihan kembali hanya puluhan ribu hektare per tahun yang benar-benar berhasil," imbuh dia. Harga yang mahal serta permintaan yang tetap tinggi, menyebabkan kayu ulin terus diburu.

Khusus di TNK sendiri, kondisinya kini seperti "meregang maut" karena jumlah peladang liar serta penjarah hutan kian menjadi-jadi. Data Balai TNK menyebutkan sedikitnya 700 warga merambah kawasan yang terletak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, itu.

Warga yang diduga berasal dari Kutai Barat, Samarinda, dan Kutai Kartanegara itu merambah kawasan yang diperkirakan mencapai 600 hektare. Mitra TNK yang terdiri atas sejumlah perusahaan perkayuan, migas dan batu bara sebelumnya sempat membangun pagar besi sebagai pembatas. Namun pagar besi itu tidak terlihat lagi.

Padahal selain pagar, Balai TNK bersama mitranya melakukan berbagai program untuk merehabilitasi dan mereboisasi kawasan di pinggir jalan raya yang gundul itu.
Para perambah juga membabat pohon penghijauan dan reboisasi untuk merabilitasi lahan-lahan kritis pada pinggir jalan tersebut.

Perlakuan Khusus

Keberadaan kawasan konservasi itu sudah ditetapkan sejak zaman Kesultanan Kutai, dilanjutkan sampai sekarang sesuai surat keputusan Menteri Pertanian No. 736/1982 dengan luas 200.000 Ha. Kebijakan terakhir mengenai TNK adalah SK Menteri Kehutanan No.325/1995 menjadi 198.629 Ha. Perusakan kawasan itu mulai menjadi-jadi pada masa otonomi daerah pada 2000 yang berlanjut sampai kini.

Bahkan, untuk satu tahun terakhir diperkirakan beban TNK kian berat menghadapi ulah para perambah dan peladang yang masuk ke kawasan itu. Pihak Balai TNK mengaku tidak berdaya menghadapi para perambah dan peladang tersebut karena jumlah personil terbatas sementara "pendatang haram" itu jumlahnya terus bertambah sehingga butuh sekali dukungan "political will" (kemauan politik) Pemda Kutai Timur.

Data Balai TN Kutai menyebutkan bahwa sampai 2004 kebakaran akibat kelalaian manusia telah merusak sekitar 146.080 Ha atau 80 persen dari luas kawasan itu.
Kerusakan itu diperparah lagi oleh pembalakan liar dan perambahan, terbukti selama 2001-2004, jumlah kayu ilegal yang disita mencapai 246.082 meter kubik (M3). Balai memperkirakan kerugian negara mencapai Rp271,6 miliar. Data ini belum termasuk kasus pada 2007 dan 2008.

Padahal, pengembangbiakan kayu ulin sangat sulit dan butuh perlakukan khusus karena pohon ini tidak bisa tumbuh pada semua kawasan hutan Biasanya tumbuh pada dataran tinggi dengan tanah berpasir. Pengembangbiakan secara benih sangat sulit. Buah pohon ini sama kerasnya dengan kayu ulin sehingga untuk membelahnya hanya bisa digergaji karena mata kampak yang tajam pun akan mental. Sehingga pengembangiakannya hanya dengan cara indukan.

Apabila perusakan hutan terus terjadi tanpa diimbangi dengan upaya serius penyelamatan dari pemerintah, tampaknya ulin raksasa TNK akan menjadi "monumen hidup" satu-satunya ulin tersisa serta menjadi cermin kegagalan pelesarian hutan di Indonesia.(Iskandar Zulkarnaen)
Disuntinig dari : http://www.greenmining.info/
Baca selengkapnya..

Monday, February 2, 2009

Slide

Baca selengkapnya..

Saturday, January 31, 2009

PRODUK DAN SARANA ORGANIK

DIREKTORI PERTANIAN ORGANIK
Banyak orang sekarang sudah sadar akan bahaya pupuk kimia. Alamat dan kontak berikut ini mungkin berguna bagi mereka yang akan berburu produk organik dan juga pupuk organik. selamat berburu!

A. PRODUSEN PERTANIAN DAN PERKEBUNAN ORGANIK

1. Paguyuban Petani Salak Pondoh Mitra Lestari
Jl. Agrowisata Km. 5 Rejodadi
Rt 03/ Rw 28 Bangun kerto, Turi, Sleman, D.I. Jogyakarta
Telp. (082) 2748143, HP. 08562882621
C.P. Bpk Sutrisno
1. Salak 2. Keripik salak

2. P4S ANTANAN
Kp. Tarikolot 2 No. 2 Rt.11/03
Desa Cimande, Kec Caringin, Kabupaten Bogor
Telp. (0251) 241892 C.P. Bpk. Iwan/H. Agus
Hp. 08121476447
Produk : Salak Pondoh, Organik (Slebor)


3. Yayasan Masada Jl. Taman Lili Paris Blok M-4 No.
21 Taman Galaksi – Bekasi
Telp. 021 – 8224920
C.P. Dr. Leo Lopulisa
Sayuran Organik

4. Yayasan Bina Sarana Bakti
Jl. Gandamanah No. 74 Tugu
Selatan, Cisarua – Bogor
Telp. 0251 – 254531
C.P. Ir. Dwipoyono, Pastor Agatho
Produk : Sayuran Organik

5. Mega’s Organik
Jl. Kelapa Hijau IV Blok O I/ N0.
09, Billy & Moon, pondok
Kelapa, Jakarta.13450
Telp. (021) 8642968 Fax. (021) 8642968
HP. 08158922875
C.P : Kusnadi Us
Produk : Sayuran Organik

6. Dr. Rini Damayanti (Yayasan Tidusaniy)
Jl. Budi Raya B – 2 Komp.
Cimindi Raya Bandung
Telp/Fax : 022 – 6613111
Hp. : 081320453588
Teh Herbal Organik
Susu dan Yoghurt
Kambing Organik

7. Dieng Organik (PPPTAL)
Jl. Raya Dieng Km 11, Kuripan –
Garung, Wonosobo
C.P. Ignatia Linarnie, SP
Hp. 08568960273
Produk :
Sayuran organik
Strawberi organik

8. ALDEPOS
Ds. Tapos II Jl. Raya Abdul
Fatah No. 24 Ciampea – Bogor
Telp. 0251 – 624244, Fax. 0251 – 624144
C.P. Bpk. Huri
Sayuran organik

9. Mega Tani
Ds. Suka Galih – Bogor
Telp. 021 – 79195712
C.P. Bpk. Ishar
Sayuran Organik

10. Mega Integrited Farming (MIF)
Ds. Suka Galih – Bogor
Telp. 021 – 8641663
C.P. Ibu Hernaningsih
Hp. 0816858804
Sayuran Organik, Salak Pondok
organik

11. Sumulur Nugraha Sejati
Jl. Raya Tapos Km 2,2 No. 35
Ciawi – Bogor
Telp. 0251 – 241745, Fax. 0251 – 241745
C.P. Bpk. Yaman
Tomat Organik

12. Setia Asih
Candi Kuning I Tabanan, Bali
Telp. 0368 – 21060, Fax. 0368 – 21486
C.P. Bpk I Nyoman Suta
Strawberry organik

13. Planta Medika Loka
Desa Caringin – Bogor
Telp. 021 – 7813201
C.P. Ibu Dewani
Tanaman Obat Organik

14. Konimex Organic Farm
Ds. Sanggrahan Sukoharjo
(dekat pabrik Konimex)
Telp. 0271 – 718329 (hunting)
C.P. Ibu Juniarti
Sayuran Organik

15. Papaya’s
Jl. Barat 3 Kampus Dalam,
Dermaga – Bogor
C.P. Ibu Lisdi
Hp. 08159977163
Pepaya Organik

16. PT. Anugrah Bumi Persada
RR Organic Farm
Jl. Mars Raya No. 07, Vila
Cinere Mas, Ciputat Jakarta
Telp. 021 – 7221742, Fax. 021 -7226523
C.P. Bpk. Ferdinan Rustam
Sayuran Organik
Farm Cibodas

17. Organic Farm Cibodas
Komplek Deplu Kreo No. 33,
Cileduk – Tangerang
Telp/Fax. 021 – 73886280
C.P. Sarifuddin Panggabean
Sayuran Organik

18. Bio Farm
Cipanas Bekasi
Telp/Fax. 021 – 46820504
C.P. Michael
Sayuran Organik

19. BIONIC Farm
Ds. Ciherang – Bogor
Hp. 08161609016
C.P. Djatmiko Mudji
Sayuran Organik

20. URIP TANI
Jl. Mandalika No 28, Praya Lombok Tengah
Nusa Tenggara Barat
Telp. (0370) 653462, 653054
HP. 0818369757, Fax. (0370) 653462
Beras Organik RAU

21. Mitra Bumi Indonesia
Perumahan Pondok Belimbing Indah
Blok N6/ 22 Malang
Telp. (0341) 489162, Fax. (0341) 489162
HP. 08179621323
E-mail : iep92@yahoo.com
Beras merah dan putih organik
Sayuran organik
Buah organik ;
alpukat, durian
Madu baduy

22. Robert Mandagie
Jl. Tebet Barat Dalam No. 18
Jakarta 12810
Telp : 021 -8318967; 8293967, Fax : 021 – 8293967
Petani Organik
Pemasar Sarana Pertanian

23. Ny. Zulfikar Saiful Sulun
Kebun Winasari
Jl. Kalibata Timur IV G/45
Telp : 021 – 7940160, Fax : 021 -7940161
Sayuran organik

24. Kelompok Tani Kabupaten Enrekang
Sulawesi Selatan
Dinas Pertanian Kabupaten
Enrekang, Sulawesi Selatan
Telp : 0420 -21192, Fax : 0420 -21192
C.P. : Ir. Rohani Toto, MM
(Kasubbag Tata Usaha Distan
Enrekang)
Buah-buahan :
1. Salak organik
2. Pepaya Organik
3. Durian Organik
4. Langsat Organik
Sayuran :
1. Kacang merah
organik
2. Kentang Organik
3. Bawang Merah
Organik

25. Kelompok Tani Kabupaten Sragen,
Jawa Tengah Dinas Pertanian dan
Ketahanan Pangan
Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Jl. Yos Sudarso No. 314 Solo
Telp : 0271 -664157
Beras Organik
Beras Semi Organik

26. Bukit Organik
Perum Fajar Raya A3. No. 24
Cibabat, Cimahi – Bandung
Telp. 022 – 6644 571
Email : rids-gita@bdg.centrin.net.id.
Jl. Cucur Barat V. Blok F5/11
Bintaro Jaya, Sektor IV
Telp: 021 – 7352058
Email : bukit_organik@cbn.net.id
Farm
Kp. Gambung – Pangkalan Ds.
Cilondari – Bandung
C.p. Bpk. Agus Margono
Hp. 0811984008
Sayur organik

27. PT. Genap Mufakat Pondok Gajah, Kabupaten Aceh
Tengah

C.P. Suhardinas
Hp. 08126986042
Kopi Organik

28. Dinas Perkebunan Propinsi Bali
Telp/Fax (0361) 227810
Kopi Organik Kintamani

29. Kelompok Tani
Harapan Mulya II
Cakung Timur RW. 09 RT. 007 –
Jakarta Timur
C.P. Bpk sasmita
Beras Organik

30. Kelompok Usaha Harapan Bersama
Jl. Kesumagiri No. 74 Rantau
Tapin, Kalimantan Selatan
Telp. 0517 – 31363
C.P. Bpk. A. Bakeri
Beras organik

31. Kelompok Tani Kalijambe
Jl. RayaDesa Sumbermujur,
Lumajang
Telp. 0334 – 572426
Beras Organik

32. Kelompok Tani Dukuh Sentul RT 01/10 Ds.
Bengkonang, Mojolaban, Sukoharjo

C.P. Bpk Simaji
Beras Organik

33. Mitra Bumi Indonesi Perumahan Pondok Belimbing
Indah Blok N 6/22 Malang
Telp. 0341 – 489162
Fax. 0341 – 489162
C.P. Bpk. Anto
Beras merah organik
Beras putih organik

34. PD. Pelopor Alam Lestari
Jl. Raya Sukowati No. 255,
Sragen 57211, Jawa Tengah
E-mail : pelopororganik@hotmail.com
Beras rganik “PELOPOR”

35. UD. SAHANI
Jl. Magelang Km 7 No. 46
Jombor – Yogyakarta
Telp. 0274 – 865762
C. P. Imam
Beras organik
Varietas : Rojolele,
menthik wangi,
pandan wangi,
lestari, beras
merah, andelrejo &
Kedelai hitam

36. A. Tohawi Husnullah Ciseeng – Bogor
Hp. 081 712 5624; 081 311 303 300
Beras Organik

37. Romo Gregorius Utomo
Ganjuran PO. BOX 115 Bantul
55702 Yogyakarta
Telp. (0274) 380776, Hp. 081 227 20688
Beras Organik

38. Adi Tamil
Jl. Raya Pasar Minggu No. 38 –
A Simpang III
Telp. 021 -79197335
Minyak kelapa Organik

39. IKOT Gada Sakti Jl. Taman Malaka Selatan
Buaran Regency Blok A -20,
Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Telp. 021 – 86901002-3, Fax. 021 – 86901004
C.P. Ir. Dewa P Banjar
Minyak rempah Organik
Minyak Oles “BIMA”

40. Karyasari Jl. Klamono Blok A – 5 No. 4
Perum Pertamina Jatiwaringin –
Jakarta
Telp. 021 -8466766
Herbal

B. BINATANG/PRODUK BINATANG ORGANIK

1. CV. Eka Jaya Jl. Gandaria III No. 34,
Jagakarsa Jakarta Selatan

Telp. 021 – 7270836
C.P. Eko Wakradihardja
Hp. 08129404738
Ayam kampung organik
Telur ayam kampung organik

2. Peternakan Kambing Etawa Organik
Kp. Tarikolot No. 2 Rt. 11/03
Ds. Cimande – Bogor
Telp. 0251 – 245856
C.P. Bpk Suhandi
Hp. 08121331658
Susu kambing organik
Bibit kambing etawa

3. PT. Alter Trade Indonesia
Taman Pinang Indah BB IV/ 6
Sidoarjo-Jawa Timur,
Indonesia. Telp (031).8052525,
Fax (031) 8052524
CP. Bapak Suwidji Wongso, Ph.D
Telp. (031) 8052525
Email : suwidji@alternate.co.jp
Udang Organik

4. CV. Heliconia
Jl. Kayu Putih Selatan IB No. 32
(Pulo Mas) Jakarta Timur 13260
Telp. 021 – 4890886 Pager 13099 (ID 318286)
Susus kambing, yohurt susu kambing

C. PRODUSEN SARANA PERTANIAN DAN BIO PESTISIDA

1. CV Rizki Plastindo
Griya Sejahtera Asri B/3 10 Madiun
Telp. 087870181552
NatiVe (pengganti Urea)
BioRiza (pengganti SP36)
BioListe (Bio Fungisida)

2. PT. Songgolangit
Jl. Raya Jati Padang No. 63 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp. 021 – 78834092/91
C.P. Ir. Zakky Husein
Saferto (EM-5)
Effective Micro
organisme (EM4)

3. Balai Proteksi Tanaman DKI
Jl. Raya Jambore No. 1 Cibubur
Telp/fax. 021 – 8730666
C.P. Ir. Diah Meidiantie
Agens Hayati
4. PT. Agro Duaribu
Jl. Batu I/8 Pejaten,
Pasar Minggu
Telp. 021 – 7971906,79181245
Fax. 021 – 79181245
C.P. Bpk Muchsin Basry
Pestisida Organik
Pupuk Organik Cair

5. Balittas
Jl. Raya Karang Ploso Km 4 PO BOX 199 Malang
Telp. 0341 -491447
Pestisida Nabati

6. Murakabi Group
Jl. Sultan Agung No. 7 Jakarta
12980 Telp. 021 – 8281127, 8294936
C.P. Bpk. Kamto Bio pestisida :
1. Bevangit 0.15 WP
2. Gliovrin 1015 Serbuk

7. Antanan
Kp. Tarikolot 2 Ds. Cimande – Bogor
Telp. 0251 – 241892
C.P. Iwan Hamid
Pupuk organik
Bokashi
Baca selengkapnya..